Categories
Home

Hal yang Harus di Perhatikan saat Membangun Rumah

HaMpir setiap bangunan rumah modern menggunakan semen sebagai bagian dari konstruksinya. entah untuk fondasi, struktur penyangga, pengikat dinding atau elemen estetika. Daya rekat kuat dan mudah diaplikasikan menjadikan semen menjadi bahan yang selalu ditemui ketika rumah. Di pasaran, semen juga sangat mudah ditemukan dengan berbagai merek. Proses aplikasinya yang mudah juga membuat tukang bangunan sudah familier dengan pengolahannya. Cukup campur semen dengan air dan agregat—baik pasir atau kerikil—semen sudah bisa digunakan. Tak butuh tukang khusus dalam pengolahan. Tapi, patut dicatat, memakai semen tetap ada aturannya. seperti kala masak yang perlu resep agar rasa makanan tetap sedap. salah campuran, kerusakan siap menanti di waktu mendatang. sebagai panduan, berikut 5 hal yang putut Anda catat saat menggolah semen sebagai bahan bangunan.

1. Campuran pasir semen biasa—bukan semen instan— membutuhkan pasir sebagai campuran dalam penggunaannya, dari campuran untuk adonan beton, perekat bata, perekat lantai, atau plesteran dinding. kualitas pasir yang digunakan tidak boleh sembarangan. kandungan lumpur pada pasir harus sedikit. Alasannya, semakin banyak kandungan lumpur atau tanah liat pada pasir akan mengurangi daya rekat semen yang digunakan. Hasilnya, kekuatan beton melemah, pasangan bata atau keramik juga mudah lepas. Untuk menilai kualitas pasir yang baik, ada cara sederhana yang bisa Anda lakuan. Anda bisa menggenggam pasir yang akan digunakan. Jika pasir terasa kasar dan tak menggumpal, maka kandungan lumpur sedikit. sebaliknya, saat pasir yang digenggam menggumpal dan menghasilkan warna yang keruh, pasir mengandung banyak lumpur.

2. kandungan air Bila adonan semen terlalu banyak air akan menyebabkan munculnya retak. Penyebabnya, adonan yang telah terpasang akan mengalami banyak penyusutan saat air menguap. Retakan pun lantas muncul. efek kerusakan mudah terlihat pada plesteran dinding. Adonan yang kebanyakan air juga membuat pemasangan plesteran semen jadi sulit. Mortar terlalu encer dan cepat jatuh saat dilapiskan ke dinding. Di sisi lain, kurangnya air juga berpotensi membuat dinding cepat kering dan muncul retakan. Jadi, pastikan komposisi campuran air pas.

3. Wadah pencampur Dunia membangun memang identik dengan kotor. Banyak barang yang berantakan, berserakan dan dapat mengotori baju atau tubuh Anda. Tapi, perlakuan dalam mengolah semen berbeda. Dalam mengolah semen, wadah harus tetap “bersih”. Arti bersih adalah pengolahan semen harus terhindar dari kotoran atau tanah lumpur. Pengadukan adonan semen sebaiknya menggunakan wadah tersendiri. Hindari pencampuran langsung di atas tanah tanpa alas. kotoran dan lumpur akan mengurangi kekuatan dan daya rekat adonan semen setelah mengering.

4. panas permukaan Dengan komposisi campuran yang tepat, aplikasi pada semen juga tak menjamin menghasilkan hasil sempurna. suhu permukaan dinding menjadi penting khususnya saat memasang semen untuk plesteran. Bila Anda melapis plesteran atau acian saat suhu permukaan dinding tinggi, potensi retak bisa muncul di kemudian hari. suhu yang tinggi akan membuat air dalam adonan semen akan cepat mengering. Penguapan air yang terlalu cepat ini membuat plesteran cepat rusak. Untuk pencegahan, sebelum proses pemlesteran dan pengacian dilakukan, turunkan suhu permukaan lebih dulu. salah satu caranya adalah menyiram air ke permukaan dinding.

5. roskam Bergigi Penggunaan alat juga penting dalam aplikasi pada bangunan. salah satu alat yang bisa membantu proses pemasangan bata atau keramik lantai adalah roskam bergigi. Pengunaan alat dengan model bergigi akan membuat pasangan bata atau keramik lebih kuat. Alasannya, permukaan yang bergelombang yang dihasilkan akan membuat semen menempel lebih rata.

6. Siapkan Genset. Proses pembangunan rumah ada kalanya tersendat di tengah jalan apalagi saat terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Karenanya pastikan tersedia genset yang berkualitas yang di suppli dari supplier jual genset jakarta yang bergaransi resmi

CAMpURAN KEdAp AIR

Untuk menghasilkan bidang dinding yang kedap air, sering kali hanya bergantung lapisan antibocor. Padahal dengan adonan plesteran semen yang tepat, potensi rembes bisa diminimalkan. Lapisan plesteran kedap air yang kerap disebut trasraam mampu menghalau rembesan air dalam dinding. Lapisan ini berbeda dengan plesteran pada umumnya. Plesteran biasa umumnya terdiri dari komposisi 1 semen : 4 pasir/5pasir. sedangkan plesteran trasraam mempunyai adonan lebih pekat, 1 semen : 2 pasir – 1 semen : 3 pasir. Lapisan trasraam ini jamak ditemui pada bidang dinding kamar mandi atau dinding sisi luar. ketinggian plesteran trasraam berkisar 0,3 m-2 m atau sesuai kebutuhan. Agar hasil yang didapat lebih maksimal, cat antibocor bisa dilapiskan pada permukaan plesteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *