Categories
Parenting

Jika Tak Setuju Cium Bibir

Memang tak semua keluarga menyetujui cium di bibir antara orangtua dan anak. Namun jika hal ini terjadi oleh si kecil Mama, jangan langsung bereaksi negatif, ya. Sebab, reaksi yang Mama berikan merupakan sumber “pelajaran” yang akan diserap si kecil dan dapat memengaruhi pemahamannya kelak mengenai perilaku cium di bibir dan ekspresi kasih sayang. Baiknya Mama Papa bertanya terlebih dahulu, kenapa anak ingin dicium di bibir. Hal ini dilakukan untuk membantu orangtua mengetahui alasan anak menginginkan perilaku tersebut.

Sebab, orangtua tidak melakukan hal yang sama dan tidak mengajarkan perilaku tersebut kepada si kecil. Orangtua juga perlu mengetahui darimana anak mengetahui perilaku tersebut. Tujuannya, untuk mengetahui paparan informasi yang telah ditangkap oleh anak, apakah mungkin orangtua sendiri yang tanpa sengaja memaparkan informasi tersebut atau media yang melakukannya, sehingga orangtua dapat mulai membatasi diri dan paparan media dari anak-anak.

Info ini berguna selain untuk mengetahui kebutuhan afeksi anak, juga untuk mendeteksi ada kah orang lain (selain orangtua) yang melakukan hal itu kepada anak, sehingga anak ingin mendapatkan pengulangan perilaku cium yang pernah didapatkan. Jika ternyata anak pernah mendapatkan perlakuan tersebut dari orang lain di luar keluarga inti, penting bagi orangtua untuk membatasi membantasi kontak fisik orang luar (di luar orangtua) dengan anak tanpa pengawasan orangtua.

Ketika menolak permintaan anak, jangan melakukannya dengan kasar, apalagi menunjukkan ekspresi kurang baik. Sampaikan dengan perlahan dan logis serta penuh kasih sayang bahwa perilaku itu berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan. Beri tahu si kecil, bakteri pembawa penyakit tidak tampak oleh mata biasa, sehingga orang yang tampak sehat pun sebenarnya bisa membawa kuman penyakit. Jangan lupa mengajari anak bahwa tidak mencium anak di bibir bukan berarti orangtua tidak sayang, tapi rasa sayang bisa ditunjukkan dengan perilaku lain secara verbal (umpama, dengan mengatakan, “Mama sayang Adek,”) atau secara non-verbal yang lain (seperti: membelai, memeluk, merangkul, dan sebagainya).

Untuk memberikan anak keterampilan tambahan seperti bahasa asing, berikan ia pelatihan di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *