Categories
Parenting

Tanpa Kekerasan

Shireen sungkar, mama dari teuku adam al-fatih (1,8) Istri dari aktor Teuku Wisnu Yusar (30) ini bercerita, meski dibantu oleh babysitter, 80% pengasuhan tetap ia tangani sendiri. “Adam anak saya, jadi dia harus tumbuh dan berkembang dengan pola asuh saya juga suami, bukan pengasuh atau lainnya.” Belajar dari banyak sumber, pelatihan parenting, diskusi, dan media, Shireen merasa mendapat masukan berharga tentang ilmu membesarkan anak.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

“Yang paling gampang, soal melarang. Melarang anak itu boleh, tapi tidak dengan kekerasan. Sebab, anak yang tumbuh dalam dunia penuh kekerasan, bisa tumbuh menjadi anak minder, penuh ketakutan, dan kurang berani. Itu, kan, bahaya bagi perkembangannya.” Shireen memberi contoh, soal menonton televisi.

“Adam boleh nonton teve, tapi tidak boleh lama. Saya tetapkan waktunya satu kali di sore hari. Cara menghentikan juga tidak mudah, saya selalu bilang ‘Nontonnya sudah ya, Nak. Lima menit lagi. Setelah waktunya tiba, saya akan bilang, ‘Sekarang sudah ya, tevenya Bunda matiin.” Dengan adanya komunikasi dan pendekatan seperti itu, menurut Shireen, anak akan lebih bisa menerima.

“Jadi boleh saja bilang no, tapi no-nya itu harus baik dan ada penjelasannya, ‘No Adam, jangan ditarik kabelnya. Nanti kabelnya lepas, Adam bisa kesetrum.” Bagaimana dengan gaya pengasuhan orangtua Shireen dulu? “Aku besar dengan banyak larangan dan aturan. Jam segini harus begini, jam segini harus begitu; jam belajar, handphone diambil. Tapi bukan berarti galak, ya. Papaku sangat tegas dan disiplin. Caranya saja mungkin yang berbeda, he he he…” Shireen mengaku, orangtuanya tidak memanjakannya dengan berbagai fasilitas.

Saat di sekolah, teman-teman lain jajan, dirinya dan kakaknya dibiasakan untuk membawa bekal dari rumah. “Papa mendidik saya harus berjuang dan berusaha dulu demi mendapatkan keinginan. Contoh, saya harus berprestasi di sekolah, sebelum dibelikan handphone.” Nah, karena seperti itu, menurut Shireen, sejak usia 15 tahun dirinya sudah bisa cari uang sendiri. Dirinya bisnis, membuat kerajinan dari sabun, lalu dijual kepada teman-temannya.

“Ayah dan Mama sangat mendukung, lo, saya melakukan itu.” Soal disiplin, ia pun sudah menerapakan pada buah hatinya. “Hanya saja caranya yang berbeda dengan yang diterapkan Papa pada saya. Contoh, sejak bayi setiap jam tujuh malam, Adam sudah saya ajak ke kamar, lampu kamar dimatikan. Dia tahu kalau sudah seperti itu berarti saatnya tidur.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *