Categories
News

Tiga Dara Bag5

Berbeda dengan Tiga Dara 1957: di sini tari dan nyanyi hadir dengan keasyikan tersendiri—misalnya dalam adegan Serampang 12. Usmar sesekali mengambil model flm Bollywood yang akrab dengan masyarakat bawah. Tiga Dara diproduksi untuk bertahan bersaing, ketika penonton Indonesia tergila-gila pada flm Bombay. Hasilnya terasa dekat dengan latar lokal. Apalagi pada 1957, Indonesia di ambang ”Demokrasi Terpimpin”. Mulai terasa semangat nasionalisme kebudayaan yang lebih defensif. Ekonomi tak digerakkan modal dan komoditas yang deras datang dari jauh. Dunia hiburan terbatas antara program RRI dan bioskop kelas II. Usmar hidup dalam kondisi itu. Sebaliknya tahun 2016: modal dan dunia digital dengan gemuruh hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *